REFORMED-INJILI?

Tuesday, May 02, 2006

REFORMED INJILI?

Dua istilah itu kontradiktif. Kalau Injili tidak Reformed. Kalau Reformed jelas sifat doktrinnya tidak Injili. Injili dalam arti teoretis OK. Injili dl arti praktis NO. Doktrin Reformed tidak menginjil, tp anti penginjilan. Gereja2 Reformed di Eropa, US dll, umumnya kecil2 dan mati.

Tong mencoba menggabungkan Reformed dng Injili. Krn dia tau bertentangan keduanya. Tetapi yg terjadi hanya pengambilan jemaat gereja2 lain dengan cara seminar2 yang mengundang orang Kristen denominasi lain. Ini bukan Injili. Ini robbery atas nama penginjilan.

5 Comments:

Blogger RizTan said...

Belajarlah dahulu sebelum sesumbar. Apakah anda tahu 70% Ke-Kristenan masuk ke indonesia melalui penginjilan misi orang-orang gereja reformed belanda. Pada saat penjajahan zaman belanda, gereja memiliki sedikit ketegangan dengan kekuasaan politik pada saat itu, dimana khususnya penguasa politik pada saat itu tidak menyukai misionaris reformed yang sangat banyak datang ke indonesia untuk mengadakan penginjilan. Dalam hal inipun dapat kita lihat bagaimana gereja yang bercorak calvinis di indonesia ini, sampai sekarang beberapa gereja tersebut tidak lagi berada dalam theology reformed. Sesungguhnya kita dapat bersyukur kepada Tuhan, dimana Dia memakai gereja reformed belanda untuk melayani bangsa indonesia pada saat itu.

11:56 PM  
Blogger Ridwanta said...

Dari tulisan kamu, sepertinya kamu benar-benar ingin sekali Alkitab diagungkan. Alkitab dijunjung tinggi sehingga teologi-teologi yang tidak sesuai dengan Alkitab harus dikembalikan kepada Alkitab.
Saya sangat setuju dengan semangat kamu, hal itu perlu dipelihara. Jadilah orang yang sungguh-sungguh mencintai Tuhan dan mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri karena pada kedua hukum itulah tergantung seluruh hukum Taurat.

Namun saya merasa kamu kurang belajar. Kamu kurang mengenal Alkitab dan sejarah gereja. Jadi tulisan kamu sangat asumtif dan menuduh, saya tidak tahu sudah berapa banyak air mata kamu curahkan untuk mendoakan orang-orang yang kamu sebut kafir dan penyesat itu. Sudah berapa banyak kamu memohonkan doa kepada Tuhan supaya mereka kembali ke kitab suci?

Kalau kamu bicara tentang Calvin, bacalah institutio yang ditulisnya. Pelajari baik-baik, uji dengan Alkitab. Janganlah jadi orang yang naif menilai tanpa mengerti, mengerti tanpa empati, empati tanpa kasih, kasih tanpa realisasi. Hampir rata-rata orang yang membacara tulisan kamu mengecam kamu, mengutuk dan benci dengan kamu. Apakah itu yang kamu cari? Aneh kalau itu, justru kamu tidak menunjukkan cinta kasih yang menjadi tanda murid-murid kristus.

Berikanlah telaah Alkitab yang benar menurut kamu. Ajarlah kitab suci. Penegasian tidak selalu mencapai kebenaran. Contoh: Siapakah Tuhan? bukan batu, bukan manusia, bukan air, bukan angin, bukan api, bukan apa yang bisa dilihat mata. Semua negasi ini tidak menemukan Tuhan. Negasi kamu tentang Calvinisme pun tidak akan menemukan ajaran Alktitab. Saran saya sebagai seorang kristen, pelajarilah bahasa Ibrani dan Yunani dengan baik. Pelajarilah eksegese, hermeneutik dan eksposisi. Galilah kebenaran, bukan negasi kesesatan, dan ajarlah umat Tuhan dalam kebenaran itu. Supaya nama Tuhan dipermuliakan.

Doakanlah saudara-saudaramu yang meninggalkan kitab suci.

Marilah kita anak-anak Tuhan berpegangan tangan, saling mengasihi untuk hidup bagi Tuhan dan kemuliaanNya.

I'll pray for you.

Jesus bless and loves you brother/sister (profil km tidak jelas)

9:53 AM  
Blogger ndoet said...

Gereja reformed di Belanda mati dan kecil2 seperti anda bilang terjadi karena jemaat disana khususnya anak muda malas untuk mendengarkan khotbah yang lama dan sukar dimengerti. Reformed itu tidak hanya calvin saja lho, lutheran juga adalah reformed... Kita patut bersyukur ditengah kondisi gereja Indonesia saat ini yang lama kelamaan khotbahnya hanya 10-15 menit, hanya tentang 1 nilai moral kehidupan, ada seseorang yang membangkitkan gairah jemaat khususnya pemuda untuk menggali Alkitab.

10:53 AM  
Blogger Harris Hartony said...

Sepertinya saudara ini punya prinsip yang sangat jauh dari "baik". Mungkin kamu kurang kerjaan atau memang tidak punya pekerjaan sehingga hanya mengkritik saja. Kalau berbeda pendapat sampaikan secara benar dan jangan paksa orang lain untuk mengikuti pendapatmu.seperti mereka juga tidak memaksa saudara. Dengan mendiskreditkan faham orang lain kamu malah mendiskreditkan dirimu sendiri. Take it or leave it...or think about it ....

1:55 AM  
Blogger somebody said...

waduh.. susah ngomong sama org yang sok tahu.. tidak pernah belajar baik" sudah kritik".. cape deeeeeh....

4:46 AM  

Post a Comment

<< Home