REFORMED-INJILI?

Monday, May 15, 2006

TONG & LUKITO KAWINKAN CALVINIS DNG KECINAAN

Banyak sekolah teologi. Tidak semua ajarkan Alkitab. Nama bisa Sekolah Alkitab tetapi ajarannya belum tentu Alkitabiah.

Sekolah Kristen banyak yang tidak ajarkan ajaran Kristen. Malah ada universitas Kristen yang anti Kristen. Papan Kristen supaya merekrut mahasiswa Kristen.

STT Reformed Injili bukan sekolah yang mengajarkan Alkitab. STT RI mengajarkan Calvinisme. Lulus STTRI hanya ahli ajaran ekstrim tentang TULIP Calvinisme. Sama juga dengan STT SAAT di Malang.

Carilah Sekolah kecil meski kecil tetapi mengajarkan Alkitab.

Jangan takut ke Sekolah2 aliran Pentakosta karena mereka komit ke seluruh Alkitab dan diikuti secara literal.

Yang paling mematikan iman dan mematikan penginjilan adalah ajaran Calvinisme.

Calvinisme mematikan gereja dan mematikan kerohanian karena pilar satu2nya yaitu: predestinasi--determinisme.


Hindarilah segala yang berbau Calvinisme.


STTRI Stephen Tong, STT SAAT Malang dan Daniel Lucas Lukito adalah contoh sekolah2 teologi yang berorientasi ke Cina. SAAT dulunya bahasa Cina. Kini bahasa Indonesia tetapi kiblat dan orientasi semata2 kecinaan. Kecinaan lebih utama dari kebenaran.

Falsafah perekrutan dosen bukan kualifikasi Alkitabiah tetapi kriteria kecinaan. Kecinaan lebih utama dari segalanya. Mereka memandang sebelah mata ke orang pribumi. Orang pribumi sehebat apapun dipasang di bidang yang tidak menentukan sama sekali. Kecinaan di atas segalanya.

Praktek STTRI Stephen Tong dan Lukito semata2 fokus ke gereja Cina dan tanah Cina. Di Indonesia semata di lingkungan Cina untuk Cina. Tidak ada salahnya tetapi fanatisme rasial ini membuat mereka ekslusif bukan karena kebenran; tetapi kecinaan.

Kepicikan ini sudah berakar sejak lama. Sehingga nama mereka diganti jadi Lukito atau Stephen tetapi kecinaan lebih kuat dari kekristenan.

Calvinisme cccok dengan kecinaan karena tidak rela berkorban dan tidak mau bersusah mengabarkan Injil. Reformed Injili versi Tong dan muridnya Daniel Lucas Lukito adalah mengkawinkan ajaran ekstrem Calvini dengan budaya Cina.

10 Comments:

Blogger amos said...

Kalau memang sesat kok bisa banyak anggotanya? Apa mudah begitu sesatkan orang?

5:44 AM  
Blogger cinchan said...

to amos:

ya bisa saja, Pak. Agama Islam dan Katolik jelas-jelas sesat, tapi mereka sudah bertahan ratusan tahun dan banyak tuh pengikutnya.. Banyak anggotanya tidak membuktikan suatu ajaran tidak sesat.

1:28 PM  
Blogger fakta said...

yang harus selalu kita ingat adalah bahwa manusia adalah orang2 berdoasa dan tidak mungkin dapat menyelamatkan dirinya sendiri.

11:40 PM  
Blogger common sense said...

saya sdh 9 tahun bergereja di Greja Reform-nya pak Tong. Tak ada kesan kecinaan dan predestinasi Calvin.Pak Tong kdg2 khutbah dg mandarin krn direlay utk jemaah2nya di luar negeri.
Predestinasi Calvin yg sudutkan Allah sbg sudah set sebagian manusia dinerakakan dan sbgian lainnya disurgakan tidak benar. Reformed hargai free-will. Hanya mereka yg mau terima kabar injil dg respon yakini Kristus sbg TuHan dan Juruselamat akan disurgakan.
Penulis blog ini ngawur sekali. Fitnah

5:57 PM  
Blogger common sense said...

Penulis "Tong & Lukito kawinkan Calvinis dng kecinaan ini NGAWUR WUR dan FITNAH.
Tak ada itu kecinaan dan calvinism of double predestination di Gereja Reformed pak Stephen Tong. Tak ada!!
Mayoritas memang cina, sebagaimana gereja2 kristen di tanah jawa. Tapi TIDAK cina oriented. Banyak pendeta batak dan non tionghoa di GRII.
Cek-lah sendiri.
Siapa nama anda, boleh tahu emailmu?

6:01 PM  
Blogger common sense said...

Praktek STTRI Stephen Tong dan Lukito semata2 fokus ke gereja Cina dan tanah Cina. Di Indonesia semata di lingkungan Cina untuk Cina. Tidak ada salahnya tetapi fanatisme rasial ini membuat mereka ekslusif bukan karena kebenaran; tetapi kecinaan.

Kepicikan ini sudah berakar sejak lama. Sehingga nama mereka diganti jadi Lukito atau Stephen tetapi kecinaan lebih kuat dari kekristenan.

KOMENTAR :
FAKTANYA BANYAK TOKOH2 GRII PRIBUMI JAWA DAN BATAK DLL. LIHAT AJA SENDIRI DI KEMAYORAN.

12:36 AM  
Blogger common sense said...

GRII pak Tong TIDAK identik dg kecinaan. Harus diakui bhw mayoritas anggota2 gereja2 protestan dan pantekosta adalah kaum cina, shg fisik bangunan2 mewah dan megah. Tapi gereja2 itu tidak cina oriented.

12:38 AM  
Blogger common sense said...

Ini ngawur luar biasa, gak bener sama sekali , fitnah tak berdasar :
Falsafah perekrutan dosen bukan kualifikasi Alkitabiah tetapi kriteria kecinaan. Kecinaan lebih utama dari segalanya. Mereka memandang sebelah mata ke orang pribumi. Orang pribumi sehebat apapun dipasang di bidang yang tidak menentukan sama sekali. Kecinaan di atas segalanya.

12:52 AM  
Blogger common sense said...

saya sering dengar khutbah2 / komentar2 pak Tong yang miring thd cina mainland misal : kritik dan jelek2in cina daratan sbg negara produsen barang2 berkwalitas rendah, pemerintahan cina jaman dulu yg korup, dlsb.
Utk fairnya, datanglah sendiri ke GRII Kemayoran, utk lihat betapa beliau tak hargai barang2 cina (kecuali proselen kuno) dan sangat nasionalis indonesia.
Kalau memang dia kental kecinaannya, kenapa jelek2in made in negara leluhurnya itu?

12:59 AM  
Blogger common sense said...

sebagaimana Allah mau pakai kriminal2,
kaum rendahan dlsb, Allah juga mau pakai golongan cina sbg alatNya.
Tak hanya bule dan jawa yg kita anggap sbg golongan atas saja. Semua berkenan kpd Allah. Buktinya? Pekerja2 Tuhan berdarah cina di gereja pak Tong cukup sukses penggembalaannya

4:52 PM  

Post a Comment

<< Home