REFORMED-INJILI?

Saturday, May 13, 2006

REFORMED INJILI: KELICIKAN KECINAAN

Reformed Injili Stephen Tong dan STTRI dan STT SAAT Malang milik clonenya mengajarkan pertumbuhan lewat kelicikan kecinaan: yaitu bertumbuh dengan sistem parasitisme. Parasit menempel tumbuhan lain dan menyerap kehidupan dari yang ditempelinnya.

Gereja Reformed Tong dan SAAT mengadakan siasat licik membina iman. Tetapi yang ditargetkan adalah anggota gereja2 lain. Setiap tahun SAAT Malang mengadakan segala macam seminar untuk jemaat gereja2 lain untuk diserap ke Reformed Tong.

Ini cara bertumbuh dengan metode kelicikan kecinaan, bukan pekabaran Injil, tetapi dengan perampokan halus terhadap jemaat gereja lain. Cara ini sama dengan pengusaha2 Cina yang secara licik memakai tipu daya untuk mengeruk uang rakyat di bank2 dengan perusahan2 fiktif. Cara parasit Tong dan Lucas Lukito adalah cara parasit penginjilan fiktif--pencurian jemaat atas nama pembinaan. Ini kelicikan kecinaan bukan penginjilan: mengeruk keuntungan dari hasil jerih payah gereja lain. Alumni STTRI dan SAAT Malang adalah sarjana2 licik yang ahli mencuri jemaat gereja lain dng parasitisme Cina

9 Comments:

Blogger Ethose said...

saya seh pribumi ya...
stlh baca komentar anda, saya yakin pikiran anda telah dipakai iblis utk mendiskriditkan Dia (Tuhan Yesus) melalui Pdt.S.Tong krn jika anda mengasihi Dia (Tuhan Yesus) maka shrsnya tdk ada diskriminasi dari komentar anda.

Semoga anda menyadari hal itu
Syalom

1:47 AM  
Blogger stefanus said...

saya bukan pengikut reformed pimpinan Bpk.Stephen Tong namun saya sangat tertarik dengan gaya dan apa yang disampaikan oleh P.stephen mulai SMP sd sekarang dan apa yang disampaikan beliau tidak ada yang membuat orang menjadi tidak benar dan selalu berdasar ajaran yang ada di Alkitab....menurut saya ,anda terlalu menghakimi dan itu bukan tugas anda, memang hobby melihat halaman orang lebih nikmat daripada halaman sendiri...lebih kita sibuk dengan perbuatan yang bermanfaat bagi sesama daripada menghakimi,hidup ini memang penuh dengan pilihan tapi jangan merasa pilihan kita paling benar lho!!biarlah waktu yang akan membuktikan apakah pilihan kita benar dihadapan Tuhan...baca ya ayat Roma 12:3..apa tidak ada yang baik dengan sifat kecinaan! Thanks .GBU.

7:38 PM  
Blogger khazag said...

anda itu kristen bukan sih?klo bukan just forget it!!! tpi klo ya sya mo tnya "WHAT KIND OF SHIT A CHRISTIAN ARE YOU?"anda boleh2 sja tdk stuju reformed itu hak anda tpi ktika anda bicara soal kecinaan tlong simak la psan sya "WHAT KIND OF SHIT A CHRISTIAN ARE YOU?"smua manusia sma di depan Allah krena mnusia itu di cipta mnurut Gambar dan Rupa Allah. NGERTI??

2:53 AM  
Blogger Daniel said...

makanya kalo mo jadi hamba Tuhan perlu sekolah, jangan merasa bisa ngomong diatas mimbar udah deh dianggap kuasai Firman Tuhan padahal belum tentu sesuai Firman Tuhan trus langsung aja dapat gelar Pdt padahal masuk seminari juga tidak.

6:16 AM  
Blogger Daniel said...

This comment has been removed by the author.

6:16 AM  
Blogger common sense said...

Tak ada itu kecinaan macam begitu. GRII tidak cina oriented dg bukti banyak pelayan firman dan anggota yg non tionghoa. Memang pilihan terbaik bagi kelompok ini ialah jadi kristen sebab pragmatis dan demi kepentingan bisnis khususnya dg bule2. Menjadi muslim bagi tionghoa kurang menguntungkan sebab ribet ritualnya, tak tahan menderita puasa, tak sanggup rajin sholat, dan kolega2 bisnis mereka islam-phobia +
hobi makan babi yg enak dan sehat itu terpaksa distop. Jadi kristen bikin tionghoa2 hidup lebih santai.
Itulah sebabnya mayoritas gereja2 non primordial di Indonesia adalah tionghoa. Sebagian besar mereka sdh jadi kristen sejati. Tak heran gereja2 mereka mewah krn taat perpuluhan.

6:54 PM  
Blogger common sense said...

golongan tionghoa umumnya pragmatis shg pilih kristen. Yang lain, apalagi Islam, ribet sekali ritualnya.
Jelas jenis manusia ini nolak. Tapi banyak dari cina2 itu akhirnya jadi kristen beneran, maka tak heran gedung2 gereja non primordial (kesukuan) umumnya bagus2, besar dan ber AC. Mewah luar dalem.

2:23 AM  
Blogger common sense said...

saya punya banyak teman cina. 90% gak licik + super baik, 5% biasa2 aja, 5%
agak2 cunning. Tapi cina kristen umumnya baik2 dan berani berkorban. Tak heran gedung GRII kemayoran bagus sekali, walau pak Tong melarang nyumbang dlm jumlah besar perorang.
Mayoritas anggota berasal dari NON kristen sebelumnya karena banyak cinanya.

2:29 AM  
Blogger common sense said...

sulit sekali mengharapkan perkembangan kekristenan di Indonesia jika tanpa cina (utama) dan batak. Mereka berani jor2an sumbang pembangunan gereja.

Cina2 kristen dan batak inilah yg berperan dalam pendanaan utk bantu masyarakat miskin dan bencana alam di Indonesia.

GRII pro-aktif sekali bantu2 korban bencana tanpa penginjilan. Bantu korban full tanpa embel2 kekristenan.

2:34 AM  

Post a Comment

<< Home