REFORMED-INJILI?

Sunday, July 15, 2012

GILBERT LUMOINDONG KNOCKED-OUT STEPHEN TONG

Stephen Tong dan seluruh jajaran calvinis di-KO oleh Gilbert Lumoindong hanya dengan satu ayat Alkitab dari Yohanes 5:25, "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup. (Joh 5:25).

Seluruh bangunan reformed injili berdasar fondasi dari pasir, yaitu orang yang mati dalam dosa (non-elected persons); karena TIDAK dipilih maka TIDAK BISA PERCAYA Yesus. Kalo percaya-pun itu palsu.

Ajaran doktrin grace reformed sebenarnya bukan tentang grace, tetapi tentang orang "mati" yang TIDAK MAMPU percaya Yesus diselamatkan dulu baru bisa percaya. Jadinya begini pula:

1. Orang pilihan dilahirkan kembali dan dianugerahkan hidup kekal terlebih dulu
2. Lalu orang yang telah diselamatkan itu dianugerahkan iman percaya
3. Setelah diselamatkan itu
4. Barulah orang itu mengaku percaya

Tetapi Gilbert tunjukkan DARI DALAM Yoh 5:25 bahwa "orang2 mati" BISA mendengar; dan mereka yang mendengar=mempercayai itu akan hidup. Sederhana. Ikuti apa yang ADA di dalam firman Allah.

Tidak pakai pelantar pelintir sana sini a la reformed.

Cara reformed injili itu dibantai habis hukum Ockham's Razor: jika sebuah statement sederhana yang eksplisit jelas, harus dikualifikasi dijelaskan dari luar sampai tidak lagi dimengerti, maka statement itu tidak layak dianut.

Gilbert hanya menekankan apa YANG ADA dalam Yoh 5:25. Cukup jelas terang benderang. Selesai. Menjadi berkat.

Si Tong menjelaskan dari luar sana sbb.: orang yang mati itu orang yang TIDAK MAMPU percaya Yesus. Jadi:

1. Mula2 orang pilihan dilahirkan kembali dan dianugerahkan hidup kekal terlebih dulu
2. Lalu orang yang telah diselamatkan itu dianugerahkan iman percaya
3. Setelah diselamatkan itu
4. Barulah orang itu mengaku percaya

Mendengar itu orang bingung jadi tambah bingung. Firman yang tadinya sederhana dan terang benderang menjadi aneh dan membingungkan. Lalu Tong yang memelintir firman Allah dianggap hebat karena bisa menyulap firman untuk sampaikan sesuatu yang TIDAK ADA dalam nats itu.

Padahal dengan menekankan apa yang ADA DALAM AYAT itu Gilbert sudah meng-KO sistem kepercayaan palsu calvinisme. Secara tepat Gilbert menunjukkan bahwa kata "mendengar" itu bersifat aktif--jadi orang mati itulah yang secara mutlak melakukan kegiatan mendengar. Bukan pasif dengan cara dilahirkan kembali dan diberikan pendengaran.

Gilbert briliant karena menekankan yang ADA dalam firman. Tong sok jago meng-explained away yang ada dalam firman dan menekankan yang TIDAK ADA dalam ayat ini!

Bukan Gilbert mengKO Stephen Tong karena firman Allah yang meng-KO Tong!

1 Comments:

Blogger nhartono said...

http://forum.kompas.com/megapolitan/69042-pendeta-gilbert-lumoindong-kasus-pelecehan-seksual-ditangani-polres-jakarta-pusat.html

5:07 AM  

Post a Comment

<< Home