REFORMED-INJILI?

Sunday, August 19, 2012

REFORMED INJILI STEPHEN TONG TIDAK BISA BACA KISAH 2:21 TANPA MEMAKSAKAN TULIP ATASNYA

Ayat manapun seluruh Alkitab harus dibacakan TULIP ke dalamnya.

Itu cara tafsir STTRI dan SAAT. Itu standard. Tanpa cara itu TIDAK AKAN ada yang namanya calvinis reformed injili.

Kalau bukan memaksakan TULIP ke setiap ayat itu BUKAN calvinis reformed injili Stephen Tong.

Coba saja tanyain mereka gerombolan TULIP tersebut: apakah bisa membaca Kisah 2:21 tanpa TULIP?

Tentu tidak akan bisa. Karena kalo dibaca apa adanya jelas2 MENYANGKALI TULIP secara total absolut.

Kisah 2:21 berkata "Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan."

Langsung Stephen Tong dan antek2nya PASTI berkata "karena orang berdosa tidak bisa percaya Yesus; maka SETELAH dilahirkan-kembali barulah atau pastilah orang yang lahir baru itu akan "berseru kepada nama Tuhan akan [karena] diselamatkan."

Bisanya cuma memaksakan TULIP ke nats meskipun struktur ayat ini BUKAN mood indikatif--bukan "barangsiapa pasti berseru kepada nama Tuhan karena sudah diselamatkan."

Celaka duabelas.

Berseru ini dalam mood subjunctive/potensial jadi harusnya dibaca kalau mau berseru/andaikata berseru.

Tetapi gerombolan calvinis selalu memaksakan TULIP sono sini.

Aliran ini suatu aliran bo-siau-laaaaaaaaaaaaaaaaaaa.

7 Comments:

Blogger Tirta Wong said...

Saya sudah melihat & mendengar pengajaran pak Tong di tv cable REFORMED 21 (dulu STEMI). Ini Pendapat saya :
Pdt. Stephen Tong selalu mengatakan beliau yg paling benar, yang lain yg bukan reformed, tidak benar.
Berarti hanya dia & pengikut ajaran reformed nya yg masuk surga. Yang lain, misal denominasi lutheran, presbiterian, baptis, pentakosta, karismatik masuk neraka.

Pernyataan pak Tong tentang kebenaran yg disampaikannya paling sesuai dgn kitab suci, patut dipertanyakan. Karena makin lama kita dengar kotbah pak Tong, makin nyata bahwa dia membuat kebenaran menurut versinya / moodnya / suasana hatinya / pendapatnya sendiri kemudian di cari pembenarannya lewat ayat kitab suci yg dicomot sana sini plus kata2 filosofis krn kemampuannya menghapal yg luar biasa.

Hal lain yg juga jadi pertanyaan bagi saya adalah pendidikan akademis yg didapat pak Tong ini.
Beliau awalnya punya gelar akademik BTh (S1) dari SAAT, Malang. DR HC (1985) dari La Madrid Academy, Filipina. DR HC (2008) dari Westminster Theological Seminary. Pak Tong sudah mengajar filsafat sejak tahun 1957 dan menguasai semua filsafat dunia dari masa lampau sampai sekarang. Kenapa Pak tong tidak mengikuti jalur pendidikan formal yg ada ?

Jangan-jangan dgn sikap keras kepalanya yang selalu merasa benar, tidak mau / tidak bisa? masuk jalur formal. Andaikan pak Tong masuk jalur formal dan lagi mau uji disertasi program doktornya.

Salah satu profesor dari dewan penguji menanyakan kepada pak Tong apa alasan beliau berkeras hati menyatakan bahwa calvinisme paling sesuai kitab suci. Jawaban pak Tong pasti sesuai dgn kotbahnya : "Saya tidak perlu menjawab, karena semua ada dalam kitab suci dan anda profesor, sudah profesor tapi goblok !!"

Profesor lain menanyakan kepada pak Tong kenapa musik klasik dianggap musik sakral dan apa alasannya. Pak Tong Jawab :"sudah tahu musik klasik paling agung, masih nanya. dasar profesor goblok !!"

Bukan berarti semua yang diajarkan ngawur. Banyak juga yg memberkati kita semua.
Saya pribadi senang mendengar seminar tentang keluarga yang disampaikannya. OK banget

Saran saya adalah jangan mendewakan pak pdt. Stephen Tong atau pendeta lain atau siapapun yg menganggap semua perkataannya pasti benar sesuai Alkitab. Uji dgn keseluruhan ayat dalam Alkitab.

Tuhan Yesus memberkati anda semua dgn hikmatNYA.

11:14 PM  
Blogger Unknown said...

This comment has been removed by the author.

6:25 PM  
Blogger Unknown said...

Terima kasih Mr. Wong.
Memang pengikut Kristus sejati harus berhati2, supaya tidak cenderung kepada pendewaan tokoh2 Kristen atau pun orang 2 yang dianggap suci yang pernah disebut santa/santo.
Uji dengan keseluruhan ayat alkitab (bukan sebagian ayat saja yang sesuai dengan keinginan manusia)
Hal lain mengenai pendidikan akademis.
Menurut saya, sebenarnya kalau memang mampu belajar secara otodidak dan tidak memerlukan status/gelar S1 S2 S3 dst., sah2 saja.
Kecuali kalau memang untuk memenuhi tuntutan peraturan/hukum pendidikan harus bergelar tertentu.
Kalau menurut alkitab, Tuhan Yesus dan murid2nya banyak yang tidak bergelar. Kecuali Paulus dll memang scholar dan menjabat ahli taurat.
Jadi boleh akademik maupun tidak, bukan masalah. Pencipta yang berkehendak memakai ciptaan untuk melakukan pekerjaan milik Pencipta di dunia ciptaan.
Mengenai ucapan sarkastik, menurut alkitab Tuhan Yesus juga beberapa kali terpaksa menghardik bahkan kepada Petrus juga pernah "Enyahlah Setan" apalagi kepada orang Parisi "ular beludak". Sebagai manusia berdosa, terkadang kita lebih terbangun dari "tidur" ketika mendapat hardikan keras. Memang ada pula yang hanya di singgung sedikit saja sudah langsung bertobat seperti raja Daud. Tetapi sangat banyak yang dihardik keras juga tetap bebal.
Akhir kata, marilah kita semua mempelajarinya sebagai ciptaan yang rendah hati. Demi kemuliaan Pencipta saja.
Amin.
http://pembaruaniman.com
www.kpin2012.com

6:39 PM  
Blogger TJITRO said...

Anda ga capek ya bikin artikel2 beginian? Dugaan saya anda seorang calon profesor, Indonesia punya banyak profesor (orang-orang pintar secara akademik) tp sayangnya punya sifat yg serakah, sok, korup.

Anda memberi kritik orang dengan begitu hebatnya, salute!
Tapi sayangnya ada tidak (belum) punya sifat rendah hati .... sangat disayangkan .....
(saya tidak sempat baca semua blog anda, tetapi dari cara penulisan Anda, saya menduga Anda pun mirip dengan orang / lembaga yang Anda kritisi ....

sayang sekali energi Anda terpakai hanya untuk melampiaskan emosi, bahkan cenderung menambahkan dosa ...

wassalam

6:32 PM  
Blogger dennisvp said...

Pingin tanya donk

Menurut saudara KIS 2:21 itu mengertinya seperti apa?

Kalau saudara ingin dan benar2 mengabarkan kebenaran bukannya membagikan arti yang benar dari ayat ini? Tolong dibagi donk krn saya masi kristen muda yang belum mengerti apa2

Saya pikir buat apa marah2 disini toh sedangkan bisa memakai kesempatan utk dengan penuh mengabar injil

Kan sayang, kalau mr tong itu salah kenapa dimarahin, bukannya cuma perlu dicuekin aja?
Mala bisa mengajak temen2 lain utk kembali kpd alkitab bukannya lebi efektif?

1:19 AM  
Blogger Alwin Alvons Pakpahan said...

kasian betul ini orang (yg punya blogger), bayangan saya dia sedang memukul saudaranya sendiri yang mana dia tinggal satu rumah dengan Bapa yang ada disurga.

2:05 AM  
Blogger Tirta Wong said...

Saudara pembaca sekalian,

Teorinya memang menyatakan bahwa kristen sejati tidak mendewakan tokoh2 kristen. Faktanya tidak tuh. Jemaat banyak yg datang di GRII , bila Pdt. Stephen Tong khotbah. Sebaliknya, sedikit bila bukan Pak Tong. Hal yg sama terjadi juga di GTI bila Pdt. Yesaya Pariadji khotbah. Dan banyak contoh yang lain. Apa bisa dikatakan bahwa masa kini banyak kristen yg tidak sejati ? Allah Menetapkan banyak kristen abal2 di gereja ?

Saya setuju gelar akademik tidak menjamin kebijakan seseorang. Bukankah Pdt Stephen Tong punya gelar akademik S3 Doktor HC ? Ada pemikiran & pengalaman berikut. Tuhan Yesus yang empunya gelar akademik. Dia profesor dari segala profesor. Murid2-Nya belajar langsung dari Guru Agung Yesus Kristus, Allah yang menjadi manusia. Murid2-Nya belajar langsung dari Tuhan Yesus. Mereka yg belajar langsung tsb patut diberi gelar S3 Doktor Magna Cum Laude! Gelar akademik adalah penghargaan yg diperoleh ketika lulus ujian dari hasil belajar kita. Beda dgn gelar kehormatan. Tidak perlu beradu argumentasi atau ikut ujian. Itu poin saya. Pengalaman saya ketika bertemu mereka mendapat sesuatu yg berbeda.

Seorang Doktor bidang musik & teologi yang saya ajak berdiskusi, bisa berargumen logis akademik.
Bandingkan dengan seorang dgn 2 gelar Doktor (bidang kepemimpinan & theologi?)yaitu Pdt. DR. Stephen Tong. Sewaktu ditanya kenapa hanya musik klasik yg dianggap sakral, sedangkan musik lain tidak. Bukannya beri penjelasan logis /diajak diskusi, malah di "GOBLOK"i !

Tuhan Yesus sangat benar ketika menghardik beberapa orang yang sangat salah terhadap Allah & FirmanNya.
Saudara, "Reformed Injil", secara implisit menyatakan bahwa Pdt. Stephen Tong boleh seperti Tuhan Yesus dalam hal menghardik otang.

Pdt. Stephen Tong bukan menghardik saya (yg bertanya) untuk memperbaiki kesalahan saya.
Pdt. Stephen Tong menghina saya !!!

Sekarang saya tahu karakter Anda blogger "reformed injol" & Pdt. Stephen Tong. Penghina !!

Tuhan Yesus Mengasihi Kita Semua.

1:55 AM  

Post a Comment

<< Home